Skip to main content

Menulis Laporan Diskusi Disertai Notulen Dan Daftar Hadir

Menulis Laporan Diskusi Disertai Notulen Dan Daftar Hadir


Diskusi adalah bertukar pikiran mengenai suatu masalah, agar dalam mengemukakan pendapat dapat baik dan lancar, serta masing-masing unsur diskusi dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka diperlukan seorang pemandu atau moderator, semua tanggapan yang ditujukan penyaji harus lewat moderator.

Moderator 
Tugas pemandu diskusi adalah :
1. Membuka diskusi,
2. Mengarahkan peserta diskusi,
3. Menyimpulkan hasil diskusi,
4. Melaksanakan diskusi secara lancar dan baik,
5. Memberikan kesempatan peserta untuk berbicara secara adil,
6. Menghargai setiap peserta yang mengemukakan pendapat,
7. Mengatur lalu lintas diskusi,
8. Tidak berat sebelah dalam mengambil kesimpulan,
9. Menutup acara diskusi.

Peserta Diskusi
Peserta dikusi yaitu orang yang ikut berperan aktif dalam melaksanakan diskusi, diantaranya menanggapi, menyanggah, atau menolak, menyetujui, menambah, mengurangi dan memperbaiki pendapat-pendapat yang berkaitan dengan topik diskusi.

Peserta harus memperhatikan tata krama berdiskusi, antara lain:
1. Selama diskusi berlangsung para peserta diskusi harus memperhatikan dalam setiap pembicaraan,
2. Peserta harus dapat menghilangkan setiap emosi dan prasangka yang bersifat negatif terhadap pembicaraan,
3. Bertanya sesuai dengan tema diskusi,
4. Mengajukan pertanyaan dengan sopan,
5. Menggunakan bahasa yang tepat,
6. Tanggapan atau pertanyaan harus jelas,.

Penyaji
Penyaji adalah orang yang ditunjuk untuk menyampaikan makalah diskus,
Tugas dan kewenangan penyaji adalah :
1. Membuat makalah sesuai dengan topik yang telah ditentukan,
2. Menyampaikan makalahnya (walaupun garis besarnya saja),
3. Menjawab semua pertanyaan dari peserta diskusi,
4. Berkewajiban menggunakan bahasa yang baik dan benar 

Penyanggah
Penyanggah yaitu orang yang memberikan sanggahan dan memberikan koreksi terhadap kebenaran pendapat-pendapat tentang sutu masalah yang disajikan dalam suatu diskusi.
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh penyangga :
1. Tidak meyinggung perasaan,
2, Penyampaian Argumen yang logis,
3. Tidak menunjuk kepada pribadi pembicaraan tetap terhadap permasalahannya,
4. Sanggahan diberikan sesudah diberi kesempatan oleh moderator.

Notulen (Penulis Laporan)
Dalam menulis laporan hendak memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Menggunakan bahasa yang jelas dan singkat,
2. Objektif dan Faktual,
3. Disusun secara sistematis dan kronologis,
4. Hindari unsur Objektif.


Laporan Diskusi
Laporan hasil diskusi merupakan rangkaian kegiatan yang perlu dilakukan oleh penulis dan moderator untuk mempertanggungjawabkan tugas yang telah diberikan kepadanya.

Adapun Sistematika laporan hasil diskusi sebagai berikut :

Laporan Hasil Diskusi
................................................................................................................
(diisi topik atau judul atau tema)
                         Narasumber                  :   .......................................................................
                         Moderator                     :   .......................................................................
                         Waktu dan Tempat        :   .......................................................................
1. PENDAHULUAN
    a. latar belakang diskusi
    b. Tujuan dikusi
    c. Pelaksanaan
    d. Peserta diskusi
2. HASIL DIKUSI
    a. Pokok-pokok materi sajian diskusi
    b. Pertanyaan, pendapat dan tanggapan  yang disampaikan dalam diskusi.
3. KESIMPULAN
    a. Kesimpulan hasil diskusi yang diperoleh dengan mengolah pokok-pokok pikiran
    b. Masalah-masalah yang belum dibahas secara tuntas.
    c. Hal-hal yang menarik dan menjadi pusat perhatian pada saat diskusi berlangsung
    d. Saran-saran dan tindak lanjut.
4. LAMPIRAN
    a. Ringkasan makalah
    b. Notulen
    c. Susunan acara
    d. Daftar hadir peserta

Mengemukakan Pendapat dan Gagasan dalam diskusi
dalam berpendapat atau menyampaikan gagasan dalam rapat atau diskusi diharapkan berbicara dengan sopan, hormat dan suara (volume) harus cukup jelas terdengar oleh peserta diskusi.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengemukakan pendapat antara lain :

1. Bila ingin menyatakan setuju dengan yang disampaikan oleh pembicara, maka berikan bukti, alasan yang kuat atau berilah keterangan yang mendukung, keterangan atau pendapat kamu biar dipertimbangkan oleh peserta lain.
2. Jika tidak setuju, komentar kamu jangan berlebihan supaya tidak membingungkan,
3, Jika tidak setuju, sampaikan sanggahan kamu dengan tidak menyinggung perasaan, berikan alasan yang masuk akal, sehingga unsur diskusi yang lain tidak tersinggung dan merasa yakin,
4. Gunakan komentar kamu dengan bahasa yang baik,
5. Sampaikan tanggapan kamu secara terarah, menarik dan meyakinkan.

Dalam menyusun kesimpulan atau hasil diskusi perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Moderator atau pemandu mengikuti dengan seksama dari uraian serta komentar yang disampaikan para peserta maupun penyaji.
2.Moderator mencatat ide atau tanggapan serta pertanyaan dari peserta kemudian disampaikan kepada penyaji.
3. Kerua atau pemandu menyusun kesimpulan pendapat berdasarkan tahap-tahap pembicaraan dan disesuaikan dengan hasil kesmpulan dari notulen.
4 Ketua membacakan kesimpulan atau hasil diskusi dihadapan para peserta diskusi.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Maqamat, Ahwal dan Manazil

Pengertian Maqamat Secara etimologis, maqamat merupakan jamak dari maqam yang berarti kedudukan, tempat, tingkatan (station), atau kedudukan dan tahapan menuju kepada Tuhan.  Maqam memiliki arti dasar “tempat berdiri”, dalam arti terminologi sufistik berarti tempat atau martabat seorang hamba pada saat ia berdiri menghadap kepada-Nya. Maka maqamat memiliki arti kedudukan seorang hamba di hadapan Allah Swt, yang diperoleh melalui latihan-latihan (riyadhah), amalan-amalan, dan lainnya yang tidak putus-putusnya dengan Allah Swt. Secara teknis maqamat bisa disebut juga sebagai aktivitas atau usaha seorang hamba untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kedudukannya di hadapan Allah Swt dengan amalan-amalan tertentu. Maqamat menurut ahli 1. Menurut al-Qusyairi Maqamat adalah hasil usaha manusia dengan kerja keras serta keluhuran budi pekerti yang dapat membawanya kepada usaha dan tuntunan dari segala kewajiban. 2. Menurut al-Thusi Maqamat merupakan kedudukan hamba di hadapan Allah yang ...

Tafsir Ibnu Arabi Ta’wilat al-Kasyani Abdurrazaq Al-Kasyani

  Tafsir Ibnu Arabi Ta’wilat al-Kasyani Abdurrazaq Al-Kasyani             Ibnu Arabi merupakan seorang filsuf dan salah satu sufi terbesar dalam dunia Islam,. ia lahir di Mursia Spanyol. Kelahirannya beretpatan dengan era mulukut thawaif (pecahnya kerajaan menjadi kerajaan-kerajaan kecil), konflik, dan penyerangan kelompok reconquista (kelompok penakluk Kristen). Ia memulai pendidikan awalnya di Libanon, kemudian pindah da menetap di Sevilla, selama di sana Ibnu Arabi melakukan banyak rihlah ilmiah ke berbagai daerah seperti Tunisia, Aljazair, Makka, dan Mesir. Ia bertemu dengan banyak guru. Pergumulannya dengan banyak pemikir mengantarkan Ibnu Arabi memiliki ketajaman intelektualitas yang tinggi. Hingga di akhir perjalanan intelktual dan spritualitasnya, ia menempuh jalan menjadi seorang sufi.             Penafsiran Ibnu Arabi menuai banyak kontroversi di kalangan pa...

Pemgertian Manthuq

  A.     Pengertian Manthuq a.       Definsi Manthuq Secara etimologi manthuq berasal dari bhasa arab ( نطق -   ينطق ) yang artinya berbicara, ( منطوق isim maf’ul) berarti yang dibicarakan atau yang diucapkan. Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami bahwa Manthuq merupakan apa yang ditunjukkan oleh lafadz pada saat penyampaian. Maksudnya definisi ini, Manthuq adalah makna tersurat yang dipahami seseoang dari sebuah ucapan. Konklusi dari pendefinisian Manthuq dan Mafhum dapat dipahami dari kata kunci diantara keduanya. Manthuq adalah petunjuk makna yang bersifat tekstual yaitu petunjuk yang telah jelas pada seluruh atau sebagian artinya berdasarkan tuturan lafadz itu sendiri.   Mantuq merupakan suatu makna yang ditujukkan oleh lafadz menurut ucapannya yakitu penunjukkan makna berdasarkan materi huruf-huruf yang diucapkan. Sedangkan mafhum adalah pemahaman terhadap makna yang tidak terdapat dalam suatu lafadz. Ole...