Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ilmu Al-Qur'an & Tafsir

Pemgertian Manthuq

  A.     Pengertian Manthuq a.       Definsi Manthuq Secara etimologi manthuq berasal dari bhasa arab ( نطق -   ينطق ) yang artinya berbicara, ( منطوق isim maf’ul) berarti yang dibicarakan atau yang diucapkan. Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami bahwa Manthuq merupakan apa yang ditunjukkan oleh lafadz pada saat penyampaian. Maksudnya definisi ini, Manthuq adalah makna tersurat yang dipahami seseoang dari sebuah ucapan. Konklusi dari pendefinisian Manthuq dan Mafhum dapat dipahami dari kata kunci diantara keduanya. Manthuq adalah petunjuk makna yang bersifat tekstual yaitu petunjuk yang telah jelas pada seluruh atau sebagian artinya berdasarkan tuturan lafadz itu sendiri.   Mantuq merupakan suatu makna yang ditujukkan oleh lafadz menurut ucapannya yakitu penunjukkan makna berdasarkan materi huruf-huruf yang diucapkan. Sedangkan mafhum adalah pemahaman terhadap makna yang tidak terdapat dalam suatu lafadz. Ole...

Tafsir Al-Qur'an Abad ke 8

     Ada 3 tafsir yaitu Tafsir Syi`ah ( Nahjul Bayan, Tafsir al-Muhith al-Adhom ) Tafsir Sunni ( Tafsir Ibnu Katsir) berikut adalah kelebihan dan kekurangannya :      1. Kelebihan Tafsir Nahjul Bayan     1. Menggunakan metode penafsiran bil ma’sur. Riwayat-riwayat yang digunakan adalah riwayat-riwayat dari Ahlul Bait dan beberapa riwayat sahabat.    2. Menggunakan metode tahlili, yakni penafsiran dengan kata perkata dengan penafsiran secara sederhana (singkat)      3. Kelebihan yang lainnya juga tafsir ini memiliki corak sufi dan tartibi.           Kekurangan Tafsir Nahjul Bayan      1. Riwayat-riwayat banyak dari kalangan Ahlul Bayt dan Sahabat. Tapi tidak menyebutkan sanadnya dengan lengkap.       2. Penjelasan dari ayatnya terdapat unsur israiliyat.      2. Kelebihan Tafsir al-Muhith al-Adhom.        1. Metode tafsir ini adalah...

Perbedaan Tafsir di Masa Nabi dan Masa Sahabat

Tafsir di Masa Nabi Muhammad Saw yaitu sudah pasti yang menjadi penafsir Al-Qur’an yaitu Nabi sendiri, metode yang beliau gunakan dalam menafsirkan Al-Qur’an yaitu menjelaskan ayat yang masih global, menjelaskan ayat yang masih musykil (sulit dipahami), mentakhsis ayat yang masih umum dan mentaqyid ayat yang mutlak. Sedangkan tafsir di masa sahabat yaitu para sahabat sedikit mengambil masalah israiliyat, tafsiran mereka belum menyeluruh pada semua ayat Al-Qur’an, tidak memaksakan dalam menafsirkan ayat, sedikit menulis tafsir dan kebanyakan di sampaikan melalui riwayat.   Dan sebagian besar sahabat dalam menafsirkan Al-Qur’an itu kadang menggunakan pemahaman atau ijtihad mereka sendiri apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Al-Qur’an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. Nah, terkait hal ini saya rasa ini murni karena kesalahan dari sebagian sahabat terkait tidak mendapatkan tafsiran al-Qur’an tersebut. Karena pad...

Tafsir Al-rahmah min al-rahman Mahmud al-Ghurab

  Tafsir Al-rahmah min al-rahman Mahmud al-Ghurab 1. Biodata Mahmud al-Ghurab    Beliau diberi gelar dengan al-Alim, al-Fadhil, al-Muhaqqiq, al- Ustadz, al-Syaikh, al- Jalil, dan diberi laqob dengan Abu Abdillah. Nama aslinya adalah Mahmud bin Mahmud Al-Ghurab semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya dunia akhirat. Nasabnya bersambung sampai kepada cucu nabi kita Muhammad saw yaitu husain bin ali bin abi thalib semoga Allah meridhai mereka semua. Adapun ibunya bernama Fatimah binti Muhammad al-Khouli termasuk penduduk mesir. Sedangkan isterinya bernama Sana’ al-Dawaidari yang bersambung juga dengan keturunan husain. Isterinya mempunyai sebuah majelis sekaligus termasuk seorang ustazah yang mempunyai banyak murid. Mereka dikarunia enam orang anak dua laki-laki dan empat perempuan. Dilahirkan Mahmud Ghurab di kota Thantha negeri Mesir al- Syaqiqoh pada tahun 1922 M dan tumbuh besar di rumah ayahnya yang terkenal dengan pengkader ulama dan ahli makrifat dan juga p...

Nabi Muhammad Buta Huruf (Makna kata al-Ummi)

  Judul : Nabi Muhammad Buta Huruf Nabi Muhammad Saw yang Ummi atau buta huruf menjadi perbincangan mendalam tentang kebenarannya. Sebagian beranggapan bahwa Memang Nabi Muhammad itu Ummi (Buta huruf) dengan klaim berlandaskan kepada Ayat Al-Qur’an. الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ Yaitu orang-orang yang mengikuti rasul, sang nabi yang ummi, yang mereka jumpai keterangan tertulis dalam kitab taurat dan injil yang ada di tengah mereka.  (QS. al-A’raf: 157) Kemudian dikatakan bahwa Nabi itu buta huruf agar Al-Qur’an terhindar dari fitnah bahwa Nabi Muhammad Saw sendiri lah yang membuat Al-Qur’an itu. Namun sebagian muslim lain tidak sepakat dengan hal seperti itu karena, Jika benar   bahwa Nabi Muhammad itu buta huruf, maka sebagai ummat Islam yang kritis akan mengatakan bahwa buat apa kita mengikuti Nabi yang buta Huruf bukankan seharusnya seorang Nabi yan...

Pluralisme Agama Perspektif Sayyid Husein Fadlullah

Pluralisme Agama Perspektif Sayyid Husein Fadlullah dalam Tafsir Min Wahyil Qur'an Mungkin kita pernah mendengar di luar sana sebagian orang berkata bahwa Agama yang diterima di sisi Allah itu adalah Agama Islam sesuai al-Qur’an Surah Ali-Imran ayat 19 berikut : اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ Terjemahan : “Sesungguhnya Agama yang diterima disisi Allah Swt adalah Islam” Dengan klaim ayat di atas kemudian sebagian orang Islam beranggapan bahwa Agama selain daripada Islam itu tidak akan diterima di sisi Allah Swt dan tempatnya di Neraka. Jika begitu, tidak mengherankan di Indonesia misalnya banyak terjadi aksi kekerasan antar umat beragama contoh misalnya baru-baru ini kita dikagetkan dengan adanya aksi bom bunuh diri disalah satu gereja yang ada di Makassar Sulawesi Selatan dan masih banyak lagi kasus yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu.  Nah, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah memang satu-satunya Agama yang diterima di sisi Allah Swt adalah ...