Skip to main content

Pengerian Surat Lamaran Pekerjaan

Pengerian Surat Lamaran Pekerjaan


Surat Lamaran pekerjaan adalah surat yang dikirimkan seseorang yang sedang mencarai pekerjaan yang ditujukan kepada suatu instansi agar mendapatkan suatu pekerjaan sesuai dengan ijazah dan lowongan dari lembaga, mengenai posisi yang ada atau tersedia
Sumber informasi lowongan kerja bisa dieroleh dari, media massa (surat kabar, majalah, radio, dan TV), Instansi yang bersangkutan, lembaga pendidikan, teman atau kerabat.

Hal-hal yang harus dicantumkan dalam surat lamaran pekerjaan, antara lain:
a. Data pribadi pelamar, diantaranya nama lengkap, tempat tanggal lahir, pendidikan, agam, jenis kelamin, status dan alamat,
b. Pendidikan dan Ijazah yang dimiliki (pendidikan formal disertai ijazah dan pendidikan nonformal dari ijazah)
c. Keterampilan khusus yang dimiliki, dapat berupa serufikat atau surat keterangan.
d.Pengalamn kerja jika sudah pernah bekerja, dan lain-lain.
Bahasa yang digunakan dalam lamaran pekerjaan harus singkat, padat, jelas, tidak berbelit-belit dan langsung mengenai persoalannya.

Lampiran yang disertakan dalam surat lamaran pekerjaan :
a. Fotocopy ijazah.
b. Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)
c. Fotocopy KTP( kartu tanda penduduk)
d. Kartu kuning dari Depnaker
e. Pas Foto
f. Daftar riwayat Hidup

Lampiran diatas tidak bersifat mutlak, ada beberapa istansi yang tidak harus memenuhi dari enam unsur itu, ada beberapa instansi yang hanya memberikan persyaratan cukuh hanya dengan Fotocopy ijazah, pas foto, dan daftar riwayat hidup, semua tergantung dari persyaratan yang diminta dari instansi/perusahaan, dan ingat pelamar yang akan membuat surat lamaran pekerjaan akan menghadapi saingan yang berat, karena jumlah lowongan terbatas, sedangkan jumlah pelamarnya banyak.


Comments

Popular posts from this blog

Tafsir Al-Qur'an Abad ke 8

     Ada 3 tafsir yaitu Tafsir Syi`ah ( Nahjul Bayan, Tafsir al-Muhith al-Adhom ) Tafsir Sunni ( Tafsir Ibnu Katsir) berikut adalah kelebihan dan kekurangannya :      1. Kelebihan Tafsir Nahjul Bayan     1. Menggunakan metode penafsiran bil ma’sur. Riwayat-riwayat yang digunakan adalah riwayat-riwayat dari Ahlul Bait dan beberapa riwayat sahabat.    2. Menggunakan metode tahlili, yakni penafsiran dengan kata perkata dengan penafsiran secara sederhana (singkat)      3. Kelebihan yang lainnya juga tafsir ini memiliki corak sufi dan tartibi.           Kekurangan Tafsir Nahjul Bayan      1. Riwayat-riwayat banyak dari kalangan Ahlul Bayt dan Sahabat. Tapi tidak menyebutkan sanadnya dengan lengkap.       2. Penjelasan dari ayatnya terdapat unsur israiliyat.      2. Kelebihan Tafsir al-Muhith al-Adhom.        1. Metode tafsir ini adalah...

Tafsir Ibnu Arabi Ta’wilat al-Kasyani Abdurrazaq Al-Kasyani

  Tafsir Ibnu Arabi Ta’wilat al-Kasyani Abdurrazaq Al-Kasyani             Ibnu Arabi merupakan seorang filsuf dan salah satu sufi terbesar dalam dunia Islam,. ia lahir di Mursia Spanyol. Kelahirannya beretpatan dengan era mulukut thawaif (pecahnya kerajaan menjadi kerajaan-kerajaan kecil), konflik, dan penyerangan kelompok reconquista (kelompok penakluk Kristen). Ia memulai pendidikan awalnya di Libanon, kemudian pindah da menetap di Sevilla, selama di sana Ibnu Arabi melakukan banyak rihlah ilmiah ke berbagai daerah seperti Tunisia, Aljazair, Makka, dan Mesir. Ia bertemu dengan banyak guru. Pergumulannya dengan banyak pemikir mengantarkan Ibnu Arabi memiliki ketajaman intelektualitas yang tinggi. Hingga di akhir perjalanan intelktual dan spritualitasnya, ia menempuh jalan menjadi seorang sufi.             Penafsiran Ibnu Arabi menuai banyak kontroversi di kalangan pa...

Pengertian Maqamat, Ahwal dan Manazil

Pengertian Maqamat Secara etimologis, maqamat merupakan jamak dari maqam yang berarti kedudukan, tempat, tingkatan (station), atau kedudukan dan tahapan menuju kepada Tuhan.  Maqam memiliki arti dasar “tempat berdiri”, dalam arti terminologi sufistik berarti tempat atau martabat seorang hamba pada saat ia berdiri menghadap kepada-Nya. Maka maqamat memiliki arti kedudukan seorang hamba di hadapan Allah Swt, yang diperoleh melalui latihan-latihan (riyadhah), amalan-amalan, dan lainnya yang tidak putus-putusnya dengan Allah Swt. Secara teknis maqamat bisa disebut juga sebagai aktivitas atau usaha seorang hamba untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kedudukannya di hadapan Allah Swt dengan amalan-amalan tertentu. Maqamat menurut ahli 1. Menurut al-Qusyairi Maqamat adalah hasil usaha manusia dengan kerja keras serta keluhuran budi pekerti yang dapat membawanya kepada usaha dan tuntunan dari segala kewajiban. 2. Menurut al-Thusi Maqamat merupakan kedudukan hamba di hadapan Allah yang ...